Hibata.id – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, meminta para camat segera menertibkan pendataan dan distribusi guru mengaji di seluruh wilayah Kota Gorontalo. Instruksi ini menyusul ditemukannya ketimpangan antara jumlah pengajar dan santri di sejumlah kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Adhan saat menghadiri kegiatan di Lapangan Taruna Remaja, Ahad malam, 19 April 2026.
Adhan menegaskan, ketidakseimbangan antara jumlah guru mengaji dan santri perlu segera dibenahi agar pembinaan keagamaan berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Saya minta camat dan Pak Sekda segera koordinasikan. Ada tempat pengajian, guru mengajinya sampai lima sampai enam orang, tapi santrinya hanya sekitar 20 orang. Ini harus ditertibkan,” ujar Adhan.
Selain persoalan distribusi guru mengaji, ia juga menyoroti mulai vakumnya kegiatan majelis taklim di tingkat kelurahan. Para lurah diminta melakukan pendataan ulang sekaligus mengaktifkan kembali kelompok-kelompok pengajian yang selama ini tidak berjalan.
Menurut Adhan, langkah tersebut penting untuk mewujudkan visi Kota Gorontalo sebagai “Serambi Madinah” secara konkret, bukan sekadar jargon.
“Jangan hanya pidato tentang Serambi Madinah, tapi tidak ada aksi. Saya minta majelis taklim di kelurahan dibentuk kembali, karena sekarang sudah banyak yang tidak berjalan,” katanya.













