Kota Gorontalo

Seabad RS Aloei Saboe, Sekda Kota Gorontalo Ingatkan Jangan Sampai Pelayanan “Mandek”

×

Seabad RS Aloei Saboe, Sekda Kota Gorontalo Ingatkan Jangan Sampai Pelayanan “Mandek”

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat menghadiri pembukaan rangkaian peringatan HUT ke-100 Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat menghadiri pembukaan rangkaian peringatan HUT ke-100 Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo resmi memasuki usia satu abad. Momentum ini ditandai dengan pembukaan rangkaian peringatan HUT ke-100 yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, mewakili Wali Kota Gorontalo, Ahad, 19 April 2026.

Dalam sambutannya, Ismail merefleksikan perjalanan panjang RSAS yang bermula dari balai pengobatan sederhana pada 1926 hingga kini bertransformasi menjadi pusat rujukan utama di Provinsi Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini.

Ia menekankan, eksistensi RSAS selama 100 tahun tidak lepas dari nilai historis serta dedikasi para pendirinya. Ismail mengajak tenaga medis menjadikan semangat para dokter di masa kolonial sebagai inspirasi dalam memberikan pelayanan di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

Baca Juga:  Marten Taha: Perhatian Jokowi Terhadap Sepak Bola Begitu Besar

“Jika dulu dengan segala keterbatasan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, maka hari ini, dengan sarana yang jauh lebih modern, pelayanan kita harus jauh lebih prima,” ujar Ismail.

Di era modern, menurut dia, rumah sakit dihadapkan pada tantangan besar, mulai dari digitalisasi layanan hingga meningkatnya ekspektasi publik. Dengan pendapatan yang telah menembus lebih dari Rp200 miliar dan pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSAS dituntut semakin responsif, terutama dalam pemeliharaan sarana dan prasarana.

“Kita tidak boleh lagi mendengar keluhan klasik seperti fasilitas AC yang rusak atau pelayanan yang lambat. Dengan sistem BLUD, manajemen harus lebih sigap. Masyarakat sekarang sangat kritis, sedikit celah bisa langsung viral di media sosial,” katanya.

Baca Juga:  Ryan Kono: Kami Mendukung Penuh Pelaksanaan Operasi Ketupat Otanaha Tahun 2024

Selain aspek infrastruktur, Ismail juga menyoroti pentingnya sisi kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa keramahan menjadi fondasi utama rumah sakit yang berkualitas.

“Rumah sakit yang hebat bukan hanya karena gedungnya megah, tetapi karena manusianya tulus mengabdi,” ucapnya, seraya meminta tim kode etik rumah sakit terus mengoptimalkan peran.

Menutup sambutannya, Ismail memaparkan visi pengembangan RSAS sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat keunggulan di kawasan Teluk Tomini, yang mencakup wilayah Sulawesi Utara hingga Sulawesi Tengah. Hal ini dinilai penting untuk menghadapi persaingan ke depan, termasuk kemungkinan hadirnya rumah sakit milik institusi pendidikan seperti Universitas Negeri Gorontalo.

Baca Juga:  Adhan Rencanakan Pemilihan Putera-Puteri Islam Berprestasi di Kota Gorontalo

“Kita harus siap bersaing dengan meningkatkan kualitas layanan dan sistem digital. Jadikan semangat ‘Sehat Bersama, Bersih Melayani’ sebagai komitmen pelayanan yang cepat, ramah, dan manusiawi,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pencanangan resmi rangkaian kegiatan HUT ke-100 RSAS yang diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Berdiri sejak 1926, RSAS telah berkembang dari balai pengobatan di masa kolonial menjadi rumah sakit rujukan utama dengan sistem BLUD yang terus berinovasi menuju layanan berbasis digital.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel