Kabar

Harga Cabai Rawit di Gorontalo Melonjak 124 Persen

×

Harga Cabai Rawit di Gorontalo Melonjak 124 Persen

Sebarkan artikel ini
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)
Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Gorontalo menembus Rp150 ribu per kilogram. Kenaikan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang memengaruhi hasil panen. (Foto: Hibata.id)

Hibata.id, Gorontalo – Harga cabai rawit di pasar modern Gorontalo melonjak hingga 124,22 persen dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga komoditas tersebut mencapai Rp162,45 ribu per kilogram Kamis, 24 September 2026.

Kenaikan itu menjadikan cabai rawit sebagai salah satu komoditas pangan dengan perubahan harga paling besar di pasar modern Gorontalo dalam sebulan terakhir.

Data PIHPS yang dipantau pada 24 September 2026 pukul 08.23 WIB mencatat harga cabai rawit berada di level Rp162,45 ribu per kilogram. Angka yang sama tercatat untuk cabai rawit merah.

Dalam perbandingan sebulan terakhir, harga cabai rawit meningkat 124,22 persen.

Sementara itu, harga cabai merah dan cabai merah keriting masing-masing mencapai Rp107,45 ribu per kilogram atau naik 49,34 persen.

Baca Juga:  Stunting Tinggi, Pemprov Malah Coret Kota Gorontalo dari Penerima Program

Pergerakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya.

Daging ayam ras segar tercatat Rp53,45 ribu per kilogram atau naik 9,19 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

Harga minyak goreng berada pada Rp26 ribu per kilogram atau naik 4 persen. Minyak goreng kemasan bermerk 2 mencapai Rp27,6 ribu per kilogram atau naik 8,24 persen.

Tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga bawang merah ukuran sedang tercatat Rp63,95 ribu per kilogram atau turun 5,19 persen dalam sebulan.

Beras kualitas super I juga turun 10,28 persen menjadi Rp17,45 ribu per kilogram. Harga beras secara umum tercatat Rp18,75 ribu per kilogram atau turun 5,06 persen.

Harga gula pasir berada di level Rp21,65 ribu per kilogram atau turun 2,26 persen, sedangkan gula pasir lokal tercatat Rp22 ribu per kilogram atau turun 4,35 persen.

Baca Juga:  AMM Gelar Aksi Desak Solusi Krisis Air Bersih di Popayato

Minyak goreng kemasan bermerk 1 juga turun tipis 0,61 persen menjadi Rp24,35 ribu per kilogram.

Berbeda dengan cabai, harga bawang putih di pasar modern Gorontalo relatif stabil.

PIHPS mencatat harga bawang putih sebesar Rp56,95 ribu per kilogram pada 24 September 2026.

Harga tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan sehari sebelumnya maupun dalam perbandingan sepekan dan sebulan terakhir.

Namun, jika dibandingkan dengan 90 hari sebelumnya, harga bawang putih tercatat meningkat 6,55 persen.

Dalam setahun terakhir, pergerakan harga bawang putih di pasar modern Gorontalo relatif datar berdasarkan data PIHPS.

Selain bawang putih, harga daging sapi kualitas 1 dan daging sapi secara umum juga tercatat stabil di Rp173 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Alat Berat Akhirnya Dipulangkan, Warga Tolau Ucapkan Terima Kasih kepada Kapolsek hingga Camat

Harga telur ayam berada di Rp55,9 ribu per kilogram atau naik 3,9 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

Sementara itu, harga beras kualitas medium I tercatat Rp20 ribu per kilogram dan gula pasir kualitas premium Rp21,25 ribu per kilogram.

Keduanya tidak mengalami perubahan dalam perbandingan sebulan terakhir.

Data harga tersebut bersumber dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia dan diperbarui pada Kamis, 24 September 2026 pukul 08.23 WIB.

Perubahan harga pangan dapat bergerak mengikuti kondisi pasokan dan permintaan di masing-masing daerah.

Karena itu, data harga perlu dipantau secara berkala untuk melihat apakah kenaikan cabai bertahan atau kembali mengalami perubahan pada hari-hari berikutnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel