Kabar

Harga Sejumlah Komoditas Naik, Inflasi Gorontalo Tembus 2,95 Persen

×

Harga Sejumlah Komoditas Naik, Inflasi Gorontalo Tembus 2,95 Persen

Sebarkan artikel ini
Harga cabai rawit di Gorontalo naik menjadi Rp80.000 per kilogram pada awal Ramadhan 2026. Bawang merah, bawang putih, dan tomat juga mengalami kenaikan/Hibata.id
Harga cabai rawit di Gorontalo naik menjadi Rp80.000 per kilogram pada awal Ramadhan 2026. Bawang merah, bawang putih, dan tomat juga mengalami kenaikan/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Provinsi Gorontalo per akhir Juli 2026 mencapai 2,95 persen.

Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya harga sejumlah komoditas, seperti emas perhiasan, ikan layang, angkutan udara, hingga beras.

Berdasarkan data Resmi Statistik (BRS) yang dirilis BPS 3 Agustus 2026, inflasi tahunan terjadi karena kenaikan harga pada 10 dari 11 kelompok pengeluaran yang dihitung dalam Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan 7,03 persen.

Baca Juga:  Sudah 95 Persen, Begini Persiapan Gorontalo Jelang PENAS XVII

Selanjutnya diikuti kelompok transportasi sebesar 5,72 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau dan penyediaan makanan dan minuman/restoran yang masing-masing meningkat 3,33 persen.

Sementara itu, hanya kelompok pakaian dan alas kaki yang mengalami deflasi tahunan sebesar 1,93 persen.

Selain mencatat inflasi tahunan, BPS juga melaporkan Provinsi Gorontalo mengalami deflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,43 persen pada Juli 2026. Adapun inflasi sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d) mencapai 2,83 persen.

Dari sisi perkembangan harga, Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Gorontalo meningkat dari 109,16 pada Juli 2025 menjadi 112,38 pada Juli 2026, yang mencerminkan kenaikan harga berbagai barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Daftar Hari Libur Nasional 2025

BPS mencatat sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan, yakni emas perhiasan, ikan layang, angkutan udara, ikan cakalang, ikan selar, kangkung, beras, ikan tuna, pelumas atau oli mesin, serta nasi dengan lauk.

Sebaliknya, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi tahunan meliputi tomat, cabai rawit, bawang merah, air minum kemasan, sandal anak, parfum, popok bayi sekali pakai, telur ayam ras, kaos pria, dan sandal karet pria.

Baca Juga:  Ini Alasan Jendela Pesawat Wajib Dibuka Saat Lepas Landas dan Mendarat

Berdasarkan wilayah cakupan IHK di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Gorontalo mencatat inflasi tahunan tertinggi, yakni 3,48 persen dengan IHK 114,76. Sementara Kota Gorontalo mengalami inflasi tahunan sebesar 2,31 persen dengan IHK 109,58.

Secara keseluruhan, Provinsi Gorontalo membukukan IHK sebesar 112,38 dengan inflasi tahunan 2,95 persen pada Juli 2026.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel