Kabar

Menyapa Anak-anak Pelosok Gorontalo Lewat Literasi Rupiah

×

Menyapa Anak-anak Pelosok Gorontalo Lewat Literasi Rupiah

Sebarkan artikel ini
Komunitas Seribu Guru Gorontalo menjalankan program Rupiah Menyapa Pelosok Gorontalo untuk memperkuat literasi anak di wilayah pelosok bersama BI Gorontalo/Hibata.id
Komunitas Seribu Guru Gorontalo menjalankan program Rupiah Menyapa Pelosok Gorontalo untuk memperkuat literasi anak di wilayah pelosok bersama BI Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Bagi sebagian anak di pelosok Gorontalo, belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas.

Bertemu relawan, mengikuti kegiatan baru, hingga mengenal Rupiah melalui pengalaman langsung menjadi cara baru mereka melihat dunia dari sisi yang berbeda.

Semangat itulah yang dibawa Komunitas Seribu Guru Gorontalo melalui program “Rupiah Menyapa Pelosok Gorontalo”.

Program tersebut menghadirkan kegiatan literasi bagi anak-anak sekaligus mempertemukan masyarakat dengan layanan penukaran uang yang didukung Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo.

Ketua Divisi Public Relation Komunitas Seribu Guru Gorontalo, Akbar Hiola mengatakan, program itu dirancang bukan sekadar untuk mengenalkan Rupiah.

Tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang dapat membuka wawasan anak-anak di wilayah pelosok.

“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar membawa pendidikan literasi Rupiah, melainkan ini tentang bagaimana kita bisa hadir berbagi dan membuka wawasan anak-anak di pelosok Gorontalo melalui pengalaman belajar yang sederhana tetapi itu bermakna,” ujar Akbar Hiola.

Baca Juga:  Pengangkutan BBM Ilegal Jadi Fakta PETI di Pohuwato Terus Beroperasi

Kegiatan tersebut telah menyambangi sejumlah desa di Gorontalo. Di Kabupaten Boalemo, program berlangsung di Desa Olibo.

Tim kemudian hadir di Desa Dudepo, Kabupaten Gorontalo Utara, Desa Pangahu, Kabupaten Gorontalo, serta Desa Iluhuwa di Kabupaten Bone Bolango.

Dari rangkaian kegiatan itu, lebih dari 200 siswa menjadi penerima manfaat.

Anak-anak mengikuti pembelajaran dengan pendekatan sederhana. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui interaksi dan pengalaman secara langsung.

Bagi Komunitas Seribu Guru Gorontalo, pengalaman semacam itu menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak yang berada jauh dari pusat perkotaan.

Di tengah kegiatan literasi tersebut, masyarakat juga memperoleh manfaat lain. Bank Indonesia bersama Unit Pengelolaan Uang Rupiah memberikan layanan penukaran uang di lokasi kegiatan.

Baca Juga:  Zulkifli Ibrahim Nakhodai Ketua BPC HIPMI Bone Bolango

Kehadiran layanan tersebut membuat program tidak hanya menyasar anak-anak sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di desa yang menjadi lokasi kegiatan.

“Selain itu, masyarakat terbantu dengan adanya kegiatan penukaran uang yang dilakukan oleh rekan-rekan Bank Indonesia,” kata Akbar.

Ia mengapresiasi keterlibatan BI Provinsi Gorontalo yang turut mendukung pelaksanaan program tersebut.

Menurut Akbar, kegiatan seperti ini akan memiliki dampak yang lebih luas ketika dibangun melalui kerja sama berbagai pihak.

Karena itu, Komunitas Seribu Guru Gorontalo berharap kolaborasi dengan Bank Indonesia, pemerintah desa, sekolah, relawan, dan pihak lainnya dapat terus berlanjut.

“Semoga apa yang kita lakukan bersama tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan saja, melainkan pengalaman yang baik bagi anak-anak dan memberikan manfaat bagi mereka di suatu saat nanti,” tuturnya.

Baca Juga:  Keluhan MBG di Bone Bolango, Siswa Sebut Hanya Makan Tulang

Bagi komunitas tersebut, langkah kecil yang dilakukan di desa-desa hari ini merupakan bagian dari upaya membuka akses pendidikan dan literasi yang lebih luas bagi anak-anak Gorontalo.

Akbar berharap kerja sama serupa dapat kembali dilakukan pada tahun-tahun mendatang sehingga lebih banyak anak dan masyarakat di pelosok dapat merasakan manfaatnya.

“Semoga hal baik ini bisa bekerja sama kembali di tahun-tahun selanjutnya dan langkah kecil yang kita lakukan bersama hari ini dapat menjadi bagian dari cerita besar untuk pendidikan dan masyarakat di masa depan anak-anak Gorontalo,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel