Hibata.id – Nasib apes memang tidak ada di kalender. RM, seorang pria yang awalnya berniat berangkat ke Palu bersama orang tuanya, terpaksa harus ganti rute perjalanan.
Bukannya duduk manis di kursi bus menuju Sulawesi Tengah, ia kini harus mendekam di hotel prodeo alias Rutan Polres Pohuwato.
Semua bermula dari panggilan maut via WhatsApp. RM yang punya keahlian mengoperasikan alat berat, diminta bantuan oleh KR alias Kadir Ripo yang sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Desa Taluduyunu Utara.
RM diminta untuk “main-main” sebentar di Sungai Alamotu. Bukannya main air, mereka malah main tambang emas tanpa izin (PETI).
Aksi mereka yang berlangsung terang-terangan di Desa Hulawa akhirnya tercium polisi. Pada 7 April lalu, saat RM asyik menggerakkan lengan ekskavator merek XCMG, aparat datang memberi “kejutan”.
RM langsung diamankan, sementara sang oknum Kades menyusul kemudian setelah polisi melakukan gelar perkara pada Senin malam (13/4/2026).
Kasatreskrim Polres Pohuwato, AKP Khoirunnas, menegaskan kalau penetapan tersangka ini bukan “tebak-tebak buah manggis”. Buktinya sudah kuat, sekuat tekad polisi buat mencegah mereka kabur atau merusak barang bukti.
Yang bikin cerita ini makin menarik adalah keberadaan bukti chat WhatsApp. Kuasa hukum RM, Fajrin Niode, seolah bilang, Kliennya ini cuma korban PHP (Pemberi Harapan Palsu).
Fajrin mengungkap kalau RM sebenarnya bukan pekerja tetap di sana. Dia cuma dimintai tolong oleh sang Kades karena punya skill mengemudi ekskavator.
Sayangnya, permintaan tolong itu berujung borgol. Bukti chat itu pun kini sudah ditangan polisi.
Nah, yang masih jadi teka-teki silang buat warga Pohuwato adalah, siapa sebenarnya pemilik ekskavator XCMG itu?.
Meski nama Ko DV mulai bisik-bisik tetangga disebut sebagai pemiliknya, polisi masih belum mau buru-buru.
Ekskavator raksasa itu seolah jadi saksi bisu yang bikin publik bertanya-tanya. Apakah pemiliknya bakal ikut ‘nyicipin’ dinginnya sel, atau malah melenggang bebas?”
Kini, KR dan RM sudah resmi check-in di Rutan Polres Pohuwato untuk 20 hari ke depan. Kabar baiknya, mereka dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat.
Kabar buruknya, rencana liburan atau urusan kades terpaksa tunda dulu demi mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Polisi berjanji kasus ini bakal diusut sampai ke akar-akarnya. Jadi, siapa lagi yang bakal menyusul jadi tersangka? Kita tunggu saja episode selanjutnya dari drama “Emas Panas” Sungai Alamotu ini.













