Lingkungan

Peneliti UNG Temukan Kandungan Merkuri pada Ikan Nike di Gorontalo

×

Peneliti UNG Temukan Kandungan Merkuri pada Ikan Nike di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Nike di Leato Utara Gorontalo/Hibata.id
Nike di Leato Utara Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Penelitian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan kandungan merkuri (Hg) pada sejumlah sampel ikan nike yang ditangkap di wilayah Leato Utara, Kota Gorontalo.

Studi tersebut menunjukkan sebagian sampel memiliki kadar merkuri yang melampaui batas maksimum.

Namun masih diperbolehkan untuk konsumsi, sementara sampel lainnya masih berada di bawah batas tersebut.

Penelitian berjudul “Analisis Kandungan Merkuri Pada Ikan Nike di Kota Gorontalo” itu dilakukan Nur Wahyuni Mohamad, Femy M. Sahami dan Citra Panigoro dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 3 Nomor 3, September 2015.

18 Sampel Ikan Nike

Penelitian berlangsung sejak Maret 2014 hingga Januari 2015. Peneliti mengambil sampel ikan nike selama dua musim penangkapan, yakni April dan Mei 2014.

Sebanyak 18 sampel ikan nike kemudian diuji untuk mengetahui kandungan merkuri menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS).

Peneliti mengacu pada prosedur SNI 01-2354.6-2006 dalam pemeriksaan kadar merkuri pada produk perikanan.

Baca Juga:  Polda Gorontalo Buat Tim Gabungan untuk Tindaki PETI di Pohuwato, Apakah Berani?

Pengujian dilakukan di Laboratorium Pembinaan dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan (LPPMHP) Provinsi Gorontalo.

Kadar Merkuri Tinggi

Hasil pengukuran menunjukkan kadar merkuri pada ikan nike berbeda menurut waktu dan lokasi pengambilan sampel.

Pada musim penangkapan April 2014, penelitian mencatat adanya sampel yang melampaui batas maksimum.

Salah satu sampel pada hari ketiga memiliki konsentrasi merkuri 0,9367 ppm, sedangkan salah satu sampel pada hari pertama mencapai 0,5945 ppm.

Kondisi serupa ditemukan pada musim penangkapan Mei 2014. Salah satu sampel pada hari pertama tercatat memiliki kadar merkuri 0,8604 ppm, sementara pada hari kedua terdapat sampel dengan kadar 0,8645 ppm.

Pada hari ketiga musim penangkapan Mei, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan kadar yang lebih rendah dibandingkan hasil pengukuran pada dua hari sebelumnya.

Sampel Dekat Tubir

Peneliti juga membandingkan ikan nike yang ditangkap di lokasi dekat pantai dengan lokasi dekat tubir.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa sampel dari wilayah dekat tubir memiliki kadar merkuri lebih tinggi dibandingkan sampel dari lokasi dekat pantai.

Baca Juga:  PETI Pohuwato Tak Pernah Padam, BBM Ilegal Terus Masuk Lewat Jalur Gelap

Temuan tersebut kemudian dikaitkan peneliti dengan kondisi lingkungan perairan di sekitar wilayah penangkapan ikan nike.

Dalam pembahasannya, penelitian mengutip hasil studi sebelumnya yang menemukan kandungan merkuri di wilayah dekat tubir.

Studi tersebut mencatat kadar merkuri hingga 0,00170 mg/l pada bagian dasar perairan, sedangkan batas yang digunakan dalam penelitian tersebut mencapai 0,001 mg/l.

Dampak PETI

Penelitian juga membahas kemungkinan adanya masukan merkuri dari aliran Sungai Bone yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu.

Namun, peneliti tidak menyatakan hubungan tersebut sebagai penyebab yang sudah terbukti.

Penelitian mencatat bahwa informasi mengenai pola aliran sungai yang masuk ke Teluk Tomini pada saat itu belum tersedia.

Karena itu, keterkaitan antara aktivitas di bagian hulu Sungai Bone dan kandungan merkuri pada ikan nike masih menjadi kemungkinan yang perlu dikaji lebih lanjut.

Temuan tersebut juga memiliki konteks dengan penelitian lain yang terbit pada 2014.

Studi mengenai kandungan merkuri di wilayah penangkapan ikan nike menemukan kadar merkuri yang melewati batas pada sejumlah titik perairan, termasuk wilayah Tanjung Kramat.

Baca Juga:  PETI Bulangita Ciptakan Lumpur dan Sungai Dangkal, APH apa Kabar?

Meski menemukan sejumlah sampel dengan kadar merkuri tinggi, penelitian UNG tersebut tidak dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh ikan nike di Gorontalo saat ini mengandung merkuri di atas batas aman.

Penelitian mengambil sampel pada April dan Mei 2014 dan terbit pada 2015.

Dengan demikian, hasilnya menggambarkan kondisi sampel dan lokasi penelitian pada periode tersebut, bukan hasil pemantauan terkini.

Karena itu, untuk mengetahui kondisi keamanan ikan nike yang beredar saat ini, diperlukan pengujian terbaru dengan lokasi, waktu, jumlah sampel, serta metode pengujian yang representatif.

Jurnal: Mohamad, N.W., Sahami, F.M., dan Panigoro, C. (2015), Analisis Kandungan Merkuri Pada Ikan Nike di Kota Gorontalo, Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, Volume 3 Nomor 3. Artikel tersedia pada jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNG.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel