Hibata.id, Gorontalo – Provinsi Gorontalo resmi memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Ridwan menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Halaman Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Senin (15/6/2026).
Menurut Ridwan, hasil sensus nantinya akan menjadi acuan penting dalam melihat kondisi riil dunia usaha di Gorontalo, mulai dari UMKM hingga sektor pertanian.
“Data yang dihasilkan harus benar-benar aktual, lengkap, dan dapat dipercaya. Dari situlah pemerintah bisa menyusun kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menilai sektor UMKM menjadi salah satu yang paling diuntungkan dari pelaksanaan sensus ini. Melalui pendataan tersebut, pemerintah dapat mengetahui apakah usaha masyarakat mengalami pertumbuhan, stagnan, atau justru menurun.
Ridwan juga berharap pendataan sektor pertanian tidak hanya mencatat tingkat produksi, tetapi mampu mengidentifikasi komoditas unggulan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI mengungkapkan jumlah usaha di Gorontalo terus menunjukkan tren positif.
Berdasarkan hasil pemutakhiran Statistical Business Register (SBR) 2026, jumlah usaha di daerah itu telah mencapai lebih dari 190 ribu unit atau meningkat lebih dari 21 persen dibandingkan hasil Sensus Ekonomi 2016 yang tercatat sekitar 157 ribu usaha.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi bagian penting dalam memotret kondisi ekonomi masyarakat secara menyeluruh.
“Hari ini kita memulai pekerjaan besar. Di balik setiap angka statistik ada pelaku usaha, tenaga kerja, dan keluarga yang menggantungkan hidup dari aktivitas ekonomi mereka,” ujar Gusnar.
Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.
Pencanangan SE2026 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Polopalo oleh Gubernur Gorontalo bersama unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan sebagai simbol dimulainya pelaksanaan sensus ekonomi di Gorontalo.













