Keduanya berada di barisan yang sama sejak Pemilu Legislatif 2019—saat Ismet ikut memperkuat tim pemenangan Rahmat Gobel di Gorontalo.
Jika rumor itu terbukti, peta kekuatan politik di Bone Bolango jelas akan bergeser. Alyun sendiri menyadari potensi itu.
“Jika Pak Ismet berkeinginan untuk bergabung dengan NasDem, tentu NasDem akan memiliki kekuatan baru untuk membangun Bone Bolango lebih maju,” katanya menutup pembicaraan.
Di kubu seberang, Golkar tampak berhati-hati. Sekretaris DPD I Partai Golkar Gorontalo, Ghalib Lahidjun, mengaku belum mendapat kabar apa pun soal pengunduran diri sang bupati.
“Ana belum dapat infonya,” jawabnya singkat.
Ghalib bahkan menyarankan agar hal itu dikonfirmasi langsung ke Ismet.
“Kalau boleh, tanya dulu langsung ke beliau,” katanya.
Pernyataan itu mempertegas bahwa kepastian masih menggantung. Namun dalam politik, kabar yang belum dikonfirmasi justru sering menjadi bahan bakar opini publik.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan langsung dari Ismet Mile.
Namun, diam dalam politik sering kali bukan tanda tak tahu arah, melainkan cara mengukur suhu sebelum melangkah lebih jauh.
Jika benar ia meninggalkan Golkar, maka langkah itu bukan sekadar perpindahan warna bendera, tapi juga sinyal bahwa lanskap kekuasaan di Bone Bolango tengah berubah.
Dan, sebagaimana biasanya, publik hanya bisa menebak ke mana arah angin akan bertiup setelah ini.













