Hibata.id – Program pengadaan dan penyaluran 793 ekor sapi betina yang digagas oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dipastikan tidak berlanjut pada tahun anggaran 2026.
Pemerintah Provinsi Gorontalo akan mengalihkan fokus ke program Inseminasi Buatan (IB) untuk meningkatkan populasi sapi secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Mario Muljady mengungkapkan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama perubahan strategi tersebut.
“Pada tahun depan, kami tidak lagi melanjutkan pengadaan sapi indukan. Fokus akan diarahkan ke optimalisasi Inseminasi Buatan agar populasi sapi terus bertambah tanpa harus menambah biaya pengadaan,” ujar Mario di Gorontalo, Kamis (6/11/2025).
Program bantuan sapi yang bertujuan memberdayakan masyarakat miskin melalui modal ternak ini menjadi salah satu sorotan utama sektor peternakan di tahun 2025.
Penyaluran tahap pertama sebanyak 343 ekor sapi betina telah rampung, sementara penyaluran tahap kedua sebanyak 450 ekor dijadwalkan berlangsung pada November ini.
“Kami menargetkan seluruh penyaluran 793 ekor sapi selesai bulan ini,” kata Mario.
Pemerintah juga memperketat pengawasan agar bantuan ternak benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Mario menegaskan, penerima bantuan dilarang menjual sapi indukan sebelum berkembang biak.
“Sudah ada berita acara perjanjian yang mengikat penerima. Sapi tidak boleh dijual kecuali setelah beranak dan populasinya meningkat,” tegasnya.
Dengan perubahan kebijakan ini, Pemprov Gorontalo berharap peningkatan populasi sapi bisa dilakukan lebih efisien dan berkelanjutan.
“Karena anggaran terbatas, tahun 2026 kami akan fokus pada program Inseminasi Buatan sebagai tindak lanjut dari program pengadaan sapi sebelumnya,” tutup Mario.















