Scroll untuk baca berita
HeadlineTeknologi

Gila! Samsung Galaxy Z TriFold Ludes dalam Menit, Padahal Harganya Rp40 Jutaan

×

Gila! Samsung Galaxy Z TriFold Ludes dalam Menit, Padahal Harganya Rp40 Jutaan

Sebarkan artikel ini
Samsung Galaxy Z TriFold. Foto: Istimewa/Hibata.id
Samsung Galaxy Z TriFold. Foto: Istimewa/Hibata.id

Hibata.id – Samsung Galaxy Z TriFold langsung menyita perhatian publik global setelah dilaporkan habis terjual hanya dalam hitungan menit di seluruh lokasi penjualan saat debut perdananya pada 12 Desember 2025.

Meski Samsung belum mengumumkan angka resmi penjualan, fenomena ludesnya stok di berbagai negara menegaskan tingginya minat konsumen terhadap ponsel layar lipat tiga pertama Samsung, meski dibanderol dengan harga premium mencapai 3.590.400 won atau sekitar Rp40,6 juta.

Fakta tersebut menunjukkan konsumen bersedia membayar mahal demi inovasi smartphone yang menawarkan pengalaman berbeda, di tengah tren desain ponsel yang dinilai mulai stagnan.

Daya tarik utama Galaxy Z TriFold terletak pada layar utama berukuran 10 inci saat dibentangkan penuh. Ukuran ini memberikan pengalaman visual yang lebih luas, sekaligus mendukung produktivitas dan konsumsi konten multimedia.

Pendekatan layar lipat tiga menjadi pembeda signifikan dibanding ponsel lipat konvensional. Samsung menghadirkan sensasi baru bagi pengguna yang menginginkan perangkat fleksibel antara ponsel dan tablet.

Hingga kini, Galaxy Z TriFold masih dipasarkan secara terbatas di sejumlah negara. Penilaian menyeluruh terhadap performa perangkat diperkirakan akan berkembang seiring penggunaan sehari-hari oleh konsumen.

Baca Juga:  Cerita Karina Icha: Langkah Kecil dari Desa yang Menggema di Panggung Internasional

Langkah Samsung di segmen ponsel lipat merupakan hasil evolusi panjang. Sejak meluncurkan Galaxy Z Fold generasi pertama, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu sempat menerima kritik terkait desain, daya tahan, hingga material layar berbahan polimer yang mudah rusak.

Perbaikan signifikan mulai terlihat pada Galaxy Z Fold 2 yang dirilis pada 2020. Model ini menjadi fondasi pengembangan ponsel lipat Samsung berikutnya, meski masih menyisakan sejumlah keterbatasan.

Puncak penyempurnaan tersebut tercermin pada Galaxy Z Fold 7, yang kini disebut sebagai pencapaian tertinggi Samsung di kategori perangkat lipat.

Galaxy Z Fold 7 Jadi Basis Teknologi TriFold

Galaxy Z Fold 7 mengusung layar Ultra-Thin Glass (UTG) yang diklaim mampu bertahan hingga 10 tahun pemakaian normal, sekaligus meminimalkan bekas lipatan. Perangkat ini juga telah mengantongi sertifikasi IP48 untuk ketahanan terhadap debu dan air.

Dari sisi desain, Fold 7 tampil lebih pendek dan lebar, membuat layar luar 6 inci lebih nyaman digunakan. Saat dibuka, layar 8 inci memudahkan multitasking, termasuk penggunaan beberapa aplikasi sekaligus.

Baca Juga:  Lupa Kata Sandi Facebook dan Nomor Telepon Tidak Aktif, Berikut Cara Mengatasi

Kualitas kamera Fold 7 juga mendekati seri flagship Galaxy S26 Ultra, meski tanpa lensa ultrawide. Samsung turut mengoptimalkan perangkat lunak dengan fitur multitasking seperti Open Canvas.

Galaxy Z TriFold mewarisi sebagian besar keunggulan Galaxy Z Fold 7. Samsung mengklaim telah menguji mekanisme lipatan hingga 200.000 kali, didukung proses bonding baru agar perangkat lebih tipis dan kokoh.

Di sektor perangkat lunak, Galaxy Z TriFold menjadi ponsel Samsung pertama yang mendukung Samsung DeX secara mandiri. Pengguna dapat menghubungkan mouse dan keyboard tanpa layar eksternal, menjadikannya perangkat produktivitas portabel.

Namun, tantangan utama terletak pada desain lipatan ke dalam di kedua sisi, berbeda dengan desain akordeon seperti Huawei Mate XT. Saat satu sisi ditutup, layar otomatis nonaktif, sehingga perangkat tidak bisa digunakan seperti ponsel lipat model buku.

Meski demikian, Samsung menekankan kualitas material dan daya tahan sebagai nilai jual utama, bukan semata desain.

Dengan estimasi harga di pasar Amerika Serikat mencapai USD 2.900, Galaxy Z TriFold menyasar segmen konsumen premium. Harga tinggi ini menuntut pertimbangan matang dari calon pembeli terkait nilai inovasi yang ditawarkan.

Baca Juga:  Infinix HOT 60 Pro Rilis di Indonesia, Usung Chipset Helio G200 dan AMOLED 1.5K

Meski mahal, Galaxy Z TriFold dilaporkan selalu habis terjual setiap kali stok ditambah, menandakan respons pasar yang sangat positif.

Di Indonesia, Samsung belum memberikan kepastian jadwal peluncuran. Meski begitu, perangkat ini sempat diperlihatkan secara langsung kepada media Tanah Air.

Saat digenggam, Galaxy Z TriFold terasa berbeda. Dalam kondisi tertutup, ketebalan bodinya hanya 12,9 mm, dilengkapi engsel dual-rail Armor FlexHinge dengan housing titanium.

Samsung juga menggunakan material ceramic-glass fiber-reinforced polymer (CFRP) pada bodi belakang, yang dirancang tahan benturan tanpa menambah bobot perangkat.

Untuk hiburan, layar utama 10 inci memungkinkan pengalaman menonton lebih imersif serta mendukung tampilan tiga aplikasi sekaligus.

Layar luar Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz ditempatkan di bagian tengah, sementara modul tiga kamera berada di sisi kiri bodi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel