Hibata.id – Jus buah menjadi pilihan populer saat berbuka puasa karena rasanya segar dan mudah dikonsumsi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Namun, dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi jus tanpa serat karena dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat.
Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Ginjal-Hipertensi, dr. Dina Nilasari, menjelaskan bahwa jus yang disaring hingga hanya menyisakan cairan pada dasarnya mengandung gula alami buah dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh.
“Usahakan minum jus yang masih ada seratnya, jangan hanya airnya saja,” kata Dina dalam diskusi media di Jakarta, Sabtu.
Jus Tanpa Serat Serap Gula Lebih Cepat
Dina menjelaskan, proses penyaringan yang menghilangkan ampas buah turut mengurangi kandungan serat. Padahal, serat berperan penting dalam memperlambat penyerapan gula di usus.
Ketika seseorang mengonsumsi jus tanpa serat saat buka puasa, gula alami dari buah dapat langsung masuk ke aliran darah dalam waktu singkat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kadar gula darah meningkat drastis, terutama setelah tubuh berpuasa lebih dari 12 jam.
Lonjakan gula darah yang terjadi secara cepat juga dapat memicu rasa kenyang sesaat, tetapi tidak bertahan lama dan kurang mendukung kestabilan metabolisme.
Peran Serat dalam Menu Buka Puasa
Menurut Dina, serat memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh, khususnya saat berbuka puasa, antara lain:
-
Menambah volume asupan sehingga membantu rasa kenyang lebih lama
-
Memperlambat proses penyerapan gula
-
Membantu menjaga kestabilan kadar gula darah
-
Mendukung kesehatan saluran cerna
Karena itu, ia menyarankan masyarakat memilih jus buah yang masih mengandung sebagian ampas atau tidak disaring hingga bening.
Label “Tanpa Gula Tambahan” Bukan Jaminan
Dina juga mengingatkan bahwa label “tanpa gula tambahan” pada produk jus tidak otomatis menjadikannya pilihan paling sehat.
Gula alami dari buah tetap dapat meningkatkan kadar gula darah apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terlebih jika jus tidak mengandung serat. Hal serupa berlaku pada penggunaan madu sebagai pemanis.
Ia menambahkan, pemanis non-gula seperti stevia dapat menjadi alternatif jika digunakan dalam batas wajar.
Tips Memilih Jus Sehat saat Ramadan
Agar jus tetap menjadi bagian dari menu buka puasa yang lebih sehat, Dina membagikan sejumlah tips praktis:
-
Pilih buah segar yang kaya serat seperti apel, pir, atau beri.
-
Hindari menyaring jus secara berlebihan hingga seluruh ampas terbuang.
-
Batasi kombinasi beberapa buah manis dalam satu sajian.
-
Tambahkan sumber protein atau lemak sehat seperti yogurt tanpa gula atau alpukat untuk memperlambat penyerapan gula.
-
Konsumsi jus segera setelah dibuat untuk menjaga kualitas gizinya.
Pentingnya Asupan Seimbang saat Berbuka
Tubuh yang baru selesai berpuasa membutuhkan asupan energi yang cukup sekaligus seimbang. Selain karbohidrat alami dari buah, tubuh juga memerlukan vitamin, mineral, serat, protein, dan lemak sehat untuk membantu menjaga metabolisme tetap stabil selama Ramadan.
Dina menegaskan bahwa jus buah tetap dapat menjadi pilihan menu buka puasa, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan tidak hanya berupa “segelas gula” tanpa serat.
Dengan memilih jus yang tepat, masyarakat dapat menikmati kesegaran buah sekaligus menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.












