Scroll untuk baca berita
Kab. Gorontalo

BPS Catat Ekonomi Kabupaten Gorontalo Tumbuh 5,35 Persen di Masa Sofyan–Tonny

×

BPS Catat Ekonomi Kabupaten Gorontalo Tumbuh 5,35 Persen di Masa Sofyan–Tonny

Sebarkan artikel ini
Kepemimpinan Sofyan–Tonny, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Capai 5,35 Persen/Hibata.id
Kepemimpinan Sofyan–Tonny, Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Gorontalo Capai 5,35 Persen/Hibata.id

Hibata.id – Kinerja ekonomi Kabupaten Gorontalo menunjukkan tren positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,35 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 4,9 persen.

Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo pada Rabu (4/3/2026).

Kepala BPS Kabupaten Gorontalo Dr. Suparno mengatakan sejumlah sektor usaha menjadi pendorong utama peningkatan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

“Sektor transportasi dan pergudangan tumbuh paling tinggi yakni 11,86 persen, disusul sektor real estate yang meningkat 8,92 persen,” kata Suparno.

Meski sejumlah sektor menunjukkan pertumbuhan signifikan, struktur ekonomi Kabupaten Gorontalo masih didominasi sektor pertanian.

BPS mencatat sektor tersebut menyumbang sekitar 38 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.

Baca Juga:  HUT ke-352, Bupati Sofyan Tekankan Peran ASN dalam Kemajuan Daerah

Kontribusi ini menunjukkan bahwa pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian lokal sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di wilayah tersebut.

Selain itu, Kabupaten Gorontalo juga memegang peran penting dalam perekonomian regional.

BPS menyebut daerah ini menyumbang hampir sepertiga dari total aktivitas ekonomi Provinsi Gorontalo.

BPS juga melaporkan perkembangan inflasi di Kabupaten Gorontalo.

Pada Februari 2026, inflasi secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat 5,21 persen, sementara inflasi bulanan atau month to month (mtm) berada di angka 0,68 persen.

Suparno menjelaskan bahwa tekanan inflasi dipicu oleh beberapa faktor utama.

Baca Juga:  Prosesi Adat Mopotilolo, Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Resmi Diterima Masyarakat

Salah satunya adalah normalisasi tarif listrik setelah berakhirnya program diskon pada awal 2025.

Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan juga memberi kontribusi terhadap inflasi, antara lain ikan selar, cakalang, dan bawang merah.

BPS mengingatkan adanya potensi tekanan harga pada Maret 2026, terutama menjelang Idulfitri.

Selain faktor musiman permintaan pangan, rencana penyesuaian tarif PDAM juga diperkirakan dapat mempengaruhi perkembangan inflasi daerah.

Karena itu, pemerintah daerah diharapkan meningkatkan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

Pemkab Dorong Hilirisasi Pertanian

Di bawah kepemimpinan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus, arah pembangunan ekonomi daerah difokuskan pada penguatan sektor produktif serta hilirisasi industri berbasis pertanian.

Baca Juga:  Bupati Sofyan Puhi: Pemerintah Daerah Harus Jadi Pelopor Pelestarian Bahasa Gorontalo

Transformasi dari sektor primer menuju industri pengolahan dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang melampaui lima persen, pemerintah daerah diharapkan mampu menjaga momentum tersebut melalui pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, serta optimalisasi potensi unggulan daerah.

Kinerja ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi Kabupaten Gorontalo terus bergerak positif, ditopang sektor pertanian yang kuat serta ekspansi sektor-sektor penunjang lainnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel