Kabar

Dari Karawo hingga Abon Tuna, UMKM Gorontalo Bersinar di KKI 2026

×

Dari Karawo hingga Abon Tuna, UMKM Gorontalo Bersinar di KKI 2026

Sebarkan artikel ini
Empat UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS), menampilkan produk unggulan daerah pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026)/Hibata.id
Empat UMKM binaan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS), menampilkan produk unggulan daerah pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta, Kamis (20/8/2026)/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Bank Indonesia kembali menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat UMKM agar semakin tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

Kegiatan yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, juga menjadi ruang untuk memperluas akses pembiayaan, digitalisasi, dan pasar bagi pelaku UMKM.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” serta semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Penyelenggaraan KKI tahun ini turut diarahkan untuk mendukung pemulihan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana alam.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.

Hadir pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing,” kata Destry Damayanti saat membuka KKI 2026.

Menurut dia, semangat bangkit mencerminkan pemulihan UMKM dalam menghadapi tantangan ekonomi dan bencana alam.

Baca Juga:  Daftar Penerima BSU 2025, Cek Nama Kamu di Sini

Sementara ketangguhan diperkuat melalui struktur usaha dan akses pembiayaan yang berkelanjutan. Adapun daya saing ditingkatkan melalui inovasi produk serta perluasan pasar domestik dan ekspor.

KKI 2026 digelar Bank Indonesia bersama 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM, mulai dari pembiayaan, digitalisasi, pengembangan rantai nilai hingga perluasan akses pasar.

Empat UMKM Gorontalo Tampil di KKI 2026

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo turut membawa empat UMKM binaan dalam KKI 2026, yakni Olami, Tiar Handycraft, Serasi Karawo, dan Bilal Mekar Snack (BMS).

Keikutsertaan empat UMKM tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan wastra serta produk pangan Gorontalo kepada pasar yang lebih luas.

Olami menghadirkan produk wastra dan ready-to-wear berbasis sulaman karawo. Dalam pengembangannya, Olami melibatkan sekitar 50 perempuan pengrajin sekaligus melakukan inovasi agar karawo dapat diterima konsumen lintas generasi.

Tiar Handycraft membawa produk kriya dan fesyen berkelanjutan berbahan eceng gondok dari kawasan Danau Limboto. Produk tersebut kemudian berkembang melalui teknik ecoprint dan perpaduan ecoprint dengan karawo dengan melibatkan tenaga kerja perempuan.

Sementara itu, Serasi Karawo mempertahankan tradisi “Mo Karawo” melalui pengembangan produk seperti jilbab dan bros. Inovasi tersebut memadukan ketekunan pengrajin dengan desain yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga:  Karawo, Sulaman Pelosok yang Bersinar di IFW Jakarta

Adapun Bilal Mekar Snack atau BMS mengangkat potensi hasil laut Gorontalo melalui sejumlah produk olahan, antara lain abon tuna, sambal ikan, abon tuna kentang, dan panada tore. Proses produksinya juga melibatkan masyarakat sekitar.

TENUKALA Tiar Handycraft Masuk 20 Besar CITRA NUSA

Semangat inovasi UMKM Gorontalo juga terlihat melalui karya Tiar Handycraft bernama TENUKALA. Produk tersebut berhasil masuk 20 besar Inovasi Wastra CITRA NUSA dari 580 UMKM peserta dari seluruh Indonesia.

TENUKALA merupakan akronim dari tenun, karawo, dan leaf art. Produk tersebut memadukan kain tenun, motif karawo, leaf painting, dan sulam jelujur menjadi wastra kontemporer dengan karakter minimalis, dinamis, dan fleksibel.

Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan produk baru, tetapi juga membuka ruang bagi karawo untuk berkembang mengikuti selera konsumen masa kini sekaligus mempertahankan keterampilan tenun Gorontalo.

KKI 2026 Libatkan Lebih dari 550 UMKM

KKI 2026 merupakan penyelenggaraan yang ke-11. Tahun ini, Bank Indonesia menghadirkan sejumlah pengembangan, antara lain program berdampak melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak.

Baca Juga:  PETI Dengilo Rusaki Tanah Komunal, Kapolsek Paguat Pura-pura Mati

Konsep KKI Bijak diarahkan pada penerapan prinsip zero emission dan zero waste to landfill, termasuk pengembangan zona hijau dalam penyelenggaraan kegiatan.

Selama empat hari pelaksanaan, pameran luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara pameran daring melalui platform KKI melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan yang mencakup talkshow ekonomi dan keuangan inklusif serta berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan, Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, hingga berbagai aktivitas interaktif dan instalasi hijau.

Produk UMKM yang ditampilkan mencakup wastra, ready-to-wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia mendorong penguatan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor agar pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, memperkuat akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan global.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel