Kabar

BAZNAS Tulungagung Bidik Potensi Zakat Profesi ASN Hampir Rp15 Miliar

×

BAZNAS Tulungagung Bidik Potensi Zakat Profesi ASN Hampir Rp15 Miliar

Sebarkan artikel ini
BAZNAS Tulungagung membidik potensi zakat profesi ASN hampir Rp15 miliar per tahun dan memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik/Hibata.id
BAZNAS Tulungagung membidik potensi zakat profesi ASN hampir Rp15 miliar per tahun dan memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik/Hibata.id

Hibata.id, Tulungagung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tulungagung menargetkan peningkatan penghimpunan zakat profesi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang potensinya diperkirakan mencapai hampir Rp15 miliar per tahun.

Ketua BAZNAS Tulungagung periode 2026–2031 Abdul Wachid mengatakan potensi tersebut belum tergarap secara optimal. Saat ini, penghimpunan zakat profesi ASN baru mencapai sekitar 30 persen dari potensi yang ada.

“Kalau bisa sampai 100 persen tentu luar biasa. Potensinya hampir Rp15 miliar per tahun. Itu baru dari zakat profesi saja,” kata Abdul Wachid seusai pelantikan pimpinan BAZNAS Tulungagung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (20/8/2026).

BAZNAS Tulungagung akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan penghimpunan zakat dari ASN yang telah memenuhi ketentuan nisab.

Baca Juga:  Ketahuan Bawa Sampel Tanah Tambang, 4 WN China Langsung Dideportasi dari Gorontalo

Menurut Abdul Wachid, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar potensi zakat profesi dapat dihimpun secara lebih optimal melalui BAZNAS.

“Dana yang terkumpul nantinya kembali lagi untuk masyarakat,” ujarnya.

Saat ini, penghimpunan zakat BAZNAS Tulungagung berada di kisaran Rp5 miliar per tahun. Lembaga tersebut menargetkan penghimpunan sekitar Rp8 miliar pada tahun ini.

Hingga pertengahan tahun, dana zakat yang terkumpul disebut telah mendekati Rp3 miliar. BAZNAS masih akan meningkatkan penghimpunan hingga akhir 2026 untuk mengejar target tersebut.

Perkuat Sinergi dengan Pemkab

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin meminta jajaran BAZNAS periode 2026–2031 memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

Ia menilai BAZNAS dan Pemkab Tulungagung memiliki tujuan yang sejalan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.

Baca Juga:  Humas Connect 2025, Imigrasi Gorontalo Perkuat Edukasi Paspor Elektronik

“Program-program yang dijalankan hendaknya disusun secara terencana dan memiliki sasaran yang jelas, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ahmad.

Selain memperkuat tata kelola organisasi, Ahmad mendorong BAZNAS memanfaatkan teknologi dan digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, pengelolaan zakat membutuhkan sistem yang transparan, terukur, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Arahkan Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi

Abdul Wachid mengatakan BAZNAS Tulungagung tidak hanya berfokus meningkatkan jumlah zakat yang dihimpun, tetapi juga memastikan dana tersebut memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.

BAZNAS akan mengarahkan bantuan yang sebelumnya bersifat konsumtif menuju program pemberdayaan ekonomi, antara lain bantuan modal usaha, pelatihan, penyediaan peralatan usaha, serta pendampingan.

“Bantuan itu harus bermanfaat dan berdampak. Kita harus mengukur, setelah menerima bantuan apakah kesejahteraannya meningkat atau tidak,” katanya.

Baca Juga:  Keberuntungan Zodiak Tahun 2024, Cek Bintang Kalian

Program pemberdayaan usaha akan terus dikembangkan agar penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan awal, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

BAZNAS menargetkan penerima zakat atau mustahik dapat meningkatkan kemandirian ekonomi sehingga tidak terus bergantung pada bantuan.

Dalam jangka panjang, program tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan status penerima zakat menjadi masyarakat yang mandiri dan bahkan mampu menjadi muzaki, yakni orang yang menunaikan zakat.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, BAZNAS Tulungagung menempatkan optimalisasi penghimpunan zakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian penting dari program kerjanya.

 

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel