Hibata.id, Buton Tengah – Jalan tani yang perlu dibenahi, irigasi yang dibutuhkan petani, hingga jaring untuk nelayan menjadi sederet aspirasi masyarakat Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
Berbagai kebutuhan itu mengemuka saat anggota DPRD Buton Tengah, La Ode Muslimin, menyerap aspirasi warga dalam reses Masa Sidang I Tahun 2026.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu menyambangi tiga wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I, yakni Kelurahan Boneoge pada Rabu (21/10), Desa Wongko pada Kamis (22/10), dan Desa Lolibu pada Sabtu (24/10).
Dari tiga wilayah tersebut, warga menyampaikan kebutuhan yang beragam. Nelayan mengharapkan dukungan sarana perikanan.
Petani membutuhkan akses jalan dan irigasi yang memadai. Sementara itu, masyarakat juga mendorong perbaikan fasilitas pendidikan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pembukaan lapangan kerja bagi warga setempat.
La Ode Muslimin mengatakan seluruh masukan masyarakat akan dihimpun sebagai bahan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
“Kehadiran saya di Kelurahan Boneoge, Desa Wongko, dan Desa Lolibu bukan sekadar menjalankan kewajiban konstitusi, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada konstituen. Seluruh masukan dan kendala warga, mulai dari sektor perikanan, sarana pertanian, hingga akses jalan desa, akan kami himpun sebagai bahan Pokir DPRD,” ujar La Ode Muslimin.
Ia menegaskan Fraksi Gerindra akan mengawal usulan tersebut agar mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran daerah.
“Kami di Fraksi Gerindra akan terus memperjuangkan agar usulan strategis masyarakat Lakudo mendapat prioritas dalam penganggaran APBD mendatang,” katanya.
Nelayan Butuh Dukungan
Di Kelurahan Boneoge, persoalan ekonomi masyarakat pesisir menjadi salah satu perhatian utama. Warga mengusulkan bantuan armada dan alat tangkap ramah lingkungan, termasuk pengembangan sarana budi daya laut.
Mereka juga meminta perbaikan dermaga tambatan perahu dan fasilitas distribusi hasil perikanan. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang aktivitas nelayan sekaligus membantu menjaga nilai jual hasil tangkapan.
Namun, aspirasi warga Boneoge tidak berhenti pada sektor perikanan. Masyarakat turut mengusulkan pendidikan dan pelatihan bagi keluarga nelayan agar memiliki keterampilan tambahan.
Warga juga berharap pemerintah menyediakan fasilitas olahraga sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan menjalankan kegiatan positif.
Irigasi Jadi Perhatian Petani
Beranjak ke Desa Wongko, warga menyoroti akses jalan usaha tani yang berpengaruh terhadap mobilitas petani dan pengangkutan hasil panen ke pasar.
Mereka mengusulkan perbaikan jalan, pengadaan bibit unggul, kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, serta pembangunan saluran irigasi untuk menunjang kegiatan pertanian.
Bagi petani, akses yang memadai menjadi bagian penting dalam memperlancar distribusi hasil produksi. Sementara itu, ketersediaan sarana pertanian dan irigasi diharapkan dapat mendukung produktivitas lahan.
Kalangan nelayan di Desa Wongko juga menyampaikan kebutuhan bantuan alat tangkap, khususnya jaring, untuk menunjang kegiatan melaut.
Lolibu: Infrastruktur, UMKM
Di Desa Lolibu, masyarakat menyoroti kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari. Warga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, revitalisasi bangunan sekolah, serta pembenahan pasar desa dan fasilitas umum lainnya.
Pelaku UMKM juga berharap mendapat dukungan melalui program peningkatan kapasitas usaha. Penguatan keterampilan dan kemampuan pengelolaan usaha diharapkan membantu pelaku ekonomi lokal mengembangkan kegiatan mereka.
Selain itu, warga meminta agar proyek pembangunan fisik di desa, seperti pekerjaan jalan dan pembangunan gedung, turut melibatkan tenaga kerja setempat.
Usulan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur. Masyarakat juga berharap proyek pemerintah dapat membuka kesempatan kerja dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga sekitar.
Aspirasi Warga
La Ode Muslimin akan merangkum seluruh masukan dari Boneoge, Wongko, dan Lolibu ke dalam laporan resmi reses DPRD Kabupaten Buton Tengah.
Selanjutnya, aspirasi tersebut akan menjadi bahan perjuangan melalui mekanisme Pokir DPRD dan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan serta anggaran pada periode mendatang.
Meski demikian, realisasi setiap usulan tetap bergantung pada proses perencanaan, penentuan prioritas, dan kemampuan keuangan daerah.












