Hibata.id, Gorontalo – Hamparan sawah yang biasanya menjadi sumber penghidupan petani di Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, kini mengering akibat kemarau berkepanjangan.
Debit air irigasi yang terus menurun membuat petani terpaksa menunda masa tanam.
Sementara sebagian dari mereka mulai mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut membuat petani semakin khawatir karena mereka tidak dapat memastikan kapan bisa kembali mengolah sawah.
Saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pengairan tidak lagi mampu memasok air dalam jumlah memadai.
Sehingga petani harus berebut mendapatkan air untuk lahan masing-masing.
Sejumlah petani mengaku seharusnya sudah mulai menanam sejak bulan lalu.
Namun, mereka terpaksa menunda kegiatan tersebut karena sawah tidak memperoleh pasokan air yang cukup.
“Seharusnya dari bulan lalu kami sudah menanam, tetapi karena irigasi tidak ada air, kami mengurungkan niat untuk menanam,” kata seorang petani di Desa Bongopini.
Penundaan masa tanam itu turut mengancam pendapatan petani pada musim panen berikutnya.
Mereka memperkirakan dapat memanen hasil sawah saat Ramadan Februari 2027 jika penanaman berlangsung sesuai jadwal.
Namun, kekeringan membuat harapan tersebut semakin sulit dipastikan.
“Kalau begini, apes. Tidak ada yang bisa diharapkan saat bulan Ramadan tiba,” ujarnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, petani masih mengandalkan persediaan beras dari hasil panen sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagian hasil panen mereka gunakan untuk konsumsi keluarga, sedangkan sebagian lainnya menjadi cadangan yang dapat dijual ketika membutuhkan uang.
“Hanya cadangan beras yang kami andalkan untuk dijual, sebagian dimakan. Kami tidak tahu harus berbuat apa jika kondisi ini terus berlangsung,” kata petani tersebut.
Dampak kemarau juga dirasakan petani yang memelihara ternak. Mereka kesulitan memperoleh pakan karena dedak dan rumput di sekitar persawahan yang biasanya menjadi sumber pakan ternak kini semakin sulit ditemukan.
“Belum lagi pakan ternak sulit didapatkan. Semoga penderitaan akibat musim kemarau ini cepat berlalu,” ujarnya.
Petani berharap pemerintah turun tangan untuk membantu mengatasi persoalan kekurangan air irigasi dan mencari solusi agar kegiatan pertanian dapat kembali berjalan.
Mereka juga membutuhkan langkah penanganan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan air dan menjaga keberlangsungan usaha tani selama kemarau.













