Wisata

Gorontalo Ramai Dikunjungi, tetapi Wisatawan Tak Betah Berlama-lama

×

Gorontalo Ramai Dikunjungi, tetapi Wisatawan Tak Betah Berlama-lama

Sebarkan artikel ini
Suasana Pemandian Kolam Meranti di Desa Meranti, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dipadati wisatawan yang menikmati kesegaran air alami dari mata air pegunungan, Minggu (4/1/2026)/Hibata.id

Hibata.id, GorontaloĀ  – Pariwisata Gorontalo mencatat pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara sebesar 11,67 persen sepanjang Januari-September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada aktivitas perhotelan karena rata-rata lama menginap wisatawan masih relatif pendek.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo yang dirilis 2 November 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada September mencapai 466.702 perjalanan.

Angka tersebut turun 7,59 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 505.020 perjalanan.

Penurunan itu terjadi pada dua kelompok perjalanan, yakni mobilitas wisatawan antarkabupaten/kota di dalam Provinsi Gorontalo dan perjalanan wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Gorontalo.

Perjalanan wisatawan dalam provinsi atau kategori intra tercatat sebanyak 386.243 perjalanan, turun 5,98 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 410.790 perjalanan.

Sementara itu, perjalanan wisatawan dari luar Provinsi Gorontalo atau kategori inter mencapai 80.459 perjalanan. Jumlah tersebut merosot 14,61 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 94.230 perjalanan.

Penurunan perjalanan wisatawan dari luar daerah lebih dalam dibandingkan mobilitas wisatawan antarkabupaten/kota.

Kondisi ini menjadi perhatian karena kunjungan dari luar provinsi berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga:  Pesona Wisata Hiu Paus di Gorontalo, Destinasi Impian Banyak Orang

Meski mengalami penurunan secara bulanan, kinerja pariwisata Gorontalo masih menunjukkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada September 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat 430.903 perjalanan. Angka tersebut meningkat menjadi 466.702 perjalanan pada September 2026 atau tumbuh 8,31 persen.

Secara kumulatif, perjalanan wisatawan nusantara selama Januari-September 2026 meningkat 11,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan perjalanan intra sebesar 12,24 persen dan perjalanan inter sebesar 9,28 persen.

Hunian Hotel Berbintang Meningkat

Di tengah koreksi perjalanan wisatawan secara bulanan, industri perhotelan Gorontalo justru menunjukkan perkembangan positif, terutama pada kelompok hotel berbintang.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2026 mencapai 48,35 persen, naik 1,99 poin dibandingkan Agustus yang sebesar 46,36 persen.

Sebaliknya, tingkat hunian hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mengalami penurunan. TPK kelompok akomodasi tersebut tercatat 22,64 persen, lebih rendah 0,56 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 23,20 persen.

Secara keseluruhan, TPK hotel di Provinsi Gorontalo mencapai 29,06 persen atau meningkat 0,82 poin dibandingkan Agustus 2026.

Meski mengalami kenaikan, tingkat hunian hotel berbintang di Gorontalo masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 51,78 persen.

Baca Juga:  Yuk Rasakan Sensasi Bermain dengan Hiu Paus Gorontalo

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan aktivitas perhotelan belum berlangsung merata. Hotel berbintang menunjukkan perbaikan, sedangkan kelompok hotel nonbintang dan akomodasi lainnya masih mengalami tekanan tingkat hunian.

Kota Gorontalo dan Pohuwato Catat Hunian Tertinggi

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kota Gorontalo mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi pada September 2026, yakni 32,87 persen.

Kabupaten Pohuwato menyusul dengan tingkat hunian 32,67 persen. Namun, daerah tersebut juga mencatat penurunan paling besar dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 2,98 poin dari 35,65 persen.

Sementara itu, tingkat hunian hotel di Kabupaten Boalemo mencapai 16,47 persen, Gorontalo Utara 13,85 persen, dan Kabupaten Gorontalo sebesar 12,22 persen.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan fasilitas akomodasi di Gorontalo masih terkonsentrasi pada sejumlah wilayah. Pemerataan aktivitas pariwisata menjadi salah satu tantangan agar manfaat kunjungan wisatawan dapat menjangkau lebih banyak daerah.

Lama Menginap Wisatawan Masih Menjadi Tantangan

Selain tingkat hunian, durasi menginap wisatawan juga menjadi indikator penting dalam melihat perkembangan pariwisata Gorontalo.

BPS mencatat rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada September 2026 mencapai 1,75 malam, sedikit menurun dibandingkan Agustus yang sebesar 1,77 malam.

Tamu asing memiliki rata-rata lama menginap lebih panjang, yakni 3,52 malam. Sementara itu, tamu domestik hanya mencatat rata-rata 1,72 malam.

Baca Juga:  Pesona Hiu Paus Botubarani Bertemu Kekuatan Media Sosial

Kondisi serupa terlihat pada hotel nonbintang dan akomodasi lainnya. Rata-rata lama menginap tamu pada kelompok akomodasi tersebut hanya 1,06 malam, turun dari 1,11 malam pada bulan sebelumnya.

Data tersebut memperlihatkan bahwa tantangan pariwisata Gorontalo tidak hanya terletak pada upaya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana membuat wisatawan bertahan lebih lama.

Semakin panjang waktu tinggal wisatawan, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal. Dampaknya dapat dirasakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga pengelola objek wisata.

Karena itu, pertumbuhan perjalanan wisatawan perlu diikuti pengembangan paket wisata yang terintegrasi, peningkatan aksesibilitas destinasi, promosi lintas daerah, serta penyediaan aktivitas wisata yang mendorong pengunjung memperpanjang masa tinggal.

Statistik pariwisata September 2026 memberikan gambaran bahwa sektor pariwisata Gorontalo masih memiliki potensi pertumbuhan.

Namun, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak wisatawan, melainkan mengubah setiap perjalanan menjadi pengalaman yang membuat pengunjung ingin tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di daerah.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Berita Resmi Statistik Perkembangan Pariwisata Provinsi Gorontalo September 2026, dirilis 2 November 2026.