Hibata.id, Bolmut – Munculnya sejumlah laporan kasus hantavirus di beberapa negara kembali menjadi perhatian dunia kesehatan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) diminta meningkatkan kewaspadaan.
Terutama untuk mencegah potensi penyebaran penyakit menular itu di tengah masyarakat.
Pengamat kesehatan masyarakat, Fadli Rahim, mengatakan hantavirus dapat menular melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup manusia.
“Hantavirus diketahui dapat menimbulkan gejala serius, seperti demam tinggi, nyeri otot, sesak napas hingga gangguan pada paru-paru,” kata Fadli Rahim kepada Hibata.id di Bolmut, Sabtu (9/5).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melalui dinas terkait perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Terutama di kawasan permukiman, gudang penyimpanan bahan makanan, serta area pertanian yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Menurut Fadli, langkah pencegahan sejak dini penting dilakukan meski hingga saat ini belum terdapat laporan kasus hantavirus di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan agar masyarakat tetap aman dan terhindar dari ancaman penyakit menular,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk rutin membersihkan rumah dan menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus guna mengurangi risiko paparan virus.
“Langkah pencegahan sangat penting untuk meminimalisir risiko penularan penyakit,” kata Fadli.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri tubuh, dan gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan yang diduga terkontaminasi kotoran tikus.













