Kabar

Polisi Klaim Tertibkan PETI Pohuwato, Tapi 40 Ekskavator Masih Asyik Joget

×

Polisi Klaim Tertibkan PETI Pohuwato, Tapi 40 Ekskavator Masih Asyik Joget

Sebarkan artikel ini
Puluhan ekskavator masih beroperasi di lokasi PETI Butato, Pohuwato/Hibata.id
Puluhan ekskavator masih beroperasi di lokasi PETI Butato, Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id, Pohuwato Kalau mendengar klaim penindakan tambang ilegal (PETI) di Pohuwato, orang mungkin membayangkan suasana mencekam.

Ekskavator kabur tunggang-langgang, operator alat berat panik, lalu kawasan PETI mendadak sunyi seperti habis kiamat kecil.

Tapi suasana itu tampaknya belum berlaku di Dusun Butato, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia.

Di sana, ekskavator justru masih tampil percaya diri, santai, Tenang.

Bahkan nyaris seperti tidak pernah mendengar ada operasi penertiban.

Dilansir Kontras.id di lokasi, Jumat (8/5/2026), menunjukkan sedikitnya sekitar 40 unit ekskavator masih aktif mengeruk material tambang.

Deru mesin bersahut-sahutan dari pagi sampai sore. Lalu-lalang alat berat berlangsung mulus tanpa ekspresi takut sedikit pun.

Baca Juga:  Warga Ambunu Morowali kembali Blokade jalan Houling PT IHIP

Kalau alat berat bisa bicara, mungkin mereka akan bilang, “Operasi? Operasi apa?”

Pemandangan ini tentu menarik. Sebab di saat aparat kepolisian gencar menyampaikan keberhasilan penindakan PETI, kondisi di lapangan malah terlihat seperti episode lanjutan yang belum tamat.

Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, sebelumnya menyampaikan pihaknya telah melakukan operasi besar terhadap tambang emas ilegal sejak menjabat pada 12 Maret 2025.

Bahkan operasi selama enam hari, sejak 5 hingga 10 Januari 2026, disebut menjadi salah satu langkah serius memberantas PETI di Pohuwato.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,4 Hari Guncang Tojo Una Una Sulteng

Dalam operasi itu, polisi mengamankan 13 unit alat berat, puluhan mesin alkon, serta ratusan perlengkapan tambang lainnya.

Di atas kertas, angka-angka itu terlihat gagah. Presentasi penindakan terdengar meyakinkan.

Tinggal ditambah musik dramatis sedikit, sudah cocok jadi trailer film aksi.

Masalahnya, Butato tampaknya belum ikut menonton film tersebut.

Sebab kenyataan di lapangan justru memperlihatkan ekskavator masih bebas bekerja seperti sedang mengejar target produksi akhir bulan.

Publik pun mulai bertanya-tanya. Jika operasi besar itu benar-benar membuat gentar, lalu kenapa alat berat bisa kembali ramai bekerja? Apakah efek jeranya hilang di jalan? Atau jangan-jangan ekskavator di Butato memang punya mental baja?

Baca Juga:  Dugaan Pungli Polisi di Tambang Ilegal Boalemo, Pengusaha: Wajib Setor Rp30 Juta

Media juga mencoba meminta penjelasan langsung kepada Kapolres Pohuwato melalui pesan WhatsApp sejak Jumat (8/5/2026).

Namun hingga berita ini ditulis pada Sabtu (9/5/2026), belum ada jawaban ataupun klarifikasi resmi.

Sementara itu, di Butato, suara mesin ekskavator masih terdengar nyaring. Bahkan mungkin lebih nyaring dibanding klaim keberhasilan penindakan itu sendiri.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel