Parlemen

Kasus Anak Tenggelam Kembali Terjadi, Femmy Udoki Ingatkan Orang Tua

×

Kasus Anak Tenggelam Kembali Terjadi, Femmy Udoki Ingatkan Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki/Hibata.id
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki/Hibata.id

Hibata.id, Bone Bolango Waktu pulang sekolah seharusnya menjadi momentum anak kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Namun, bagi orang tua di Kabupaten Bone Bolango, waktu tersebut kini perlu mendapat perhatian lebih.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, meminta orang tua memastikan keberadaan anak setelah jam sekolah berakhir.

Imbauan itu menyusul sejumlah kasus anak tenggelam di wilayah Bone Bolango, termasuk peristiwa yang terjadi saat anak bermain dan mandi di kawasan sungai hingga muara.

Femmy mengingatkan, musim kemarau dapat membuat anak mencari tempat untuk bermain sekaligus menghilangkan rasa gerah.

Air sungai yang terlihat jernih atau kawasan pesisir yang tampak aman, menurut dia, belum tentu bebas dari bahaya.

“Musim kemarau, anak-anak mungkin merasa gerah. Ketika melihat sungai yang jernih, mereka pasti tertarik untuk mandi. Nah, di situlah sebenarnya bahaya bisa mengancam mereka,” kata Femmy, anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari daerah pemilihan Bone Bolango.

Baca Juga:  Mikson Yapanto Soroti Kendaraan Plat Luar dan Kinerja BUMD

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Belum lama ini, dua anak dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi di Sungai Bone, Kecamatan Suwawa.

Peristiwa serupa kembali terjadi di wilayah Bonepantai Rabu (12/08/2026). Seorang siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bonepantai dilaporkan tenggelam setelah mandi di kawasan muara sungai.

Arus kemudian membawa korban hingga ke laut. Pelajar tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Rangkaian kejadian itu, kata Femmy, harus menjadi pengingat bagi keluarga bahwa anak usia sekolah, terutama siswa SD dan SMP, belum tentu mampu memperkirakan bahaya ketika berada di kawasan perairan.

Baca Juga:  Mustafa Yasin Serap Aspirasi Warga dalam Agenda Reses di Pohuwato

Kedalaman air, kuatnya arus, perubahan kondisi di muara hingga gelombang laut dapat berubah dalam waktu singkat. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika anak berada di lokasi tanpa pendampingan orang dewasa.

Karena itu, Femmy meminta orang tua tidak hanya mengingatkan anak agar menjauhi lokasi berbahaya, tetapi juga memastikan aktivitas mereka setelah meninggalkan sekolah.

Jika anak belum tiba di rumah pada waktu yang biasanya, orang tua disarankan segera menghubungi anak atau pihak sekolah untuk memastikan keberadaannya.

“Saya hanya ingin mengingatkan para orang tua agar lebih mawas diri dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya,” ujar Femmy.

Ia juga mengingatkan anak-anak agar tidak mandi atau bermain di sungai, muara, maupun pantai tanpa pengawasan orang dewasa.

Baca Juga:  Aspirasi Warga Jangan Berhenti di Reses, Yakub Tangahu Tagih Langkah Cepat Pemda

Kondisi angin dan gelombang laut juga perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di kawasan pesisir.

Politisi yang juga menjabat Sekretaris DPW PAN Gorontalo itu berharap kejadian yang telah terjadi tidak sekadar menjadi kabar duka, tetapi menjadi pelajaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan.

Menurut Femmy, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah kecelakaan di kawasan perairan. Terlebih pada musim kemarau, ketika sungai dan pantai dapat menjadi pilihan anak untuk bermain dan berenang.

Dengan memastikan keberadaan anak, mengenali lokasi bermain, serta memberikan pendampingan saat berada di dekat perairan, orang tua dapat memperkecil risiko kejadian serupa kembali terjadi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel