Hibata.id, Gorontalo – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mengubah arah program pada APBD 2027.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Disnaker diharapkan tidak hanya berfokus pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha muda.
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Ikbal Alaydrus, menyampaikan hal itu usai rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 bersama Dinas Ketenagakerjaan, Selasa.
Menurut Ikbal, setiap program pemerintah harus mampu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, Disnaker perlu menghadirkan inovasi yang dapat menciptakan peluang kerja baru.
“Dengan kondisi fiskal yang rendah dan anggaran yang terbatas, kami berharap Dinas Ketenagakerjaan bisa berpikir lebih kreatif atau out of the box. Jangan hanya fokus pada persoalan ketenagakerjaan, tetapi juga membangun koordinasi dengan OPD lain agar mampu melahirkan pemuda-pemuda yang memiliki jiwa kewirausahaan,” katanya.
Ia menilai mengandalkan perusahaan untuk menyerap tenaga kerja tidak lagi cukup. Sebaliknya, pemerintah perlu mendorong lahirnya pengusaha muda yang nantinya mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Untuk mewujudkan hal itu, Ikbal menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, serta instansi lain yang memiliki program pemberdayaan masyarakat.
Menurut dia, sinergi tersebut tidak hanya menghasilkan pelatihan keterampilan, tetapi juga pendampingan usaha, akses permodalan, hingga perluasan jaringan pemasaran.
“Kalau hanya mengandalkan perusahaan untuk menyerap tenaga kerja, kapasitasnya tentu terbatas. Tetapi ketika pemerintah berhasil melahirkan lebih banyak pengusaha muda, maka lapangan kerja baru akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Komisi IV juga meminta penyusunan program APBD 2027 tidak lagi didominasi kegiatan rutin. Di tengah keterbatasan anggaran, setiap program harus lebih inovatif dan mampu membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi generasi muda.
Ikbal menegaskan pihaknya akan terus mengawal penyusunan program Disnaker agar tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang mandiri, produktif, dan siap menjadi pencipta lapangan kerja.












