Hibata.id – Kalau kamu jalan-jalan ke Gorontalo dan belum nyobain sabongi, fix kamu belum merasakan “harta karun” kuliner sejati dari Tanah Serambi Madinah.
Kue sabongi atau sering juga disebut kue kapsul ini punya tampilan sederhana, tapi rasanya? Bikin auto nostalgia meski kamu baru pertama kali makan.
Terbuat dari parutan halus ubi kayu yang dibentuk lonjong dan diisi potongan pisang raja lokal—yang dalam bahasa Gorontalo disebut tahulumito—sabongi kemudian digoreng sampai matang sempurna.
Kombinasi pisang dan ubi kayunya menyatu legit dan gurih dalam satu gigitan. Aromanya khas, teksturnya lembut di dalam tapi renyah di luar. Cocok banget jadi teman ngopi pagi atau camilan sore sambil nonton hujan.
“Dari saya kecil, sabongi itu camilan wajib. Nggak pernah absen di meja makan. Bahannya simpel, tapi rasanya nggak pernah kalah sama snack modern,” kata Santi, warga Kota Gorontalo yang tiap hari bikin sabongi di rumahnya.
Menariknya lagi, sabongi makin hits karena bisa dikreasikan. Ada yang makannya pakai sambal terasi, bahkan sambal roa biar makin nendang rasa lokalnya.
Anggi, wisatawan dari Makassar yang baru pertama kali mencicipi sabongi, langsung jatuh hati.
“Pertama kali makan, langsung jatuh cinta. Rasa manis pisangnya dapet, gurih ubi kayunya juga dapet. Auto pengen bawa pulang,” kata Anggi sambil memborong sabongi dari pedagang kaki lima di Jalan Panjaitan, Kota Gorontalo.
Sabongi bukan sekadar makanan. Ia bagian dari identitas budaya Gorontalo yang terus dirawat dari generasi ke generasi. Di era digital, sabongi tetap eksis—bahkan sering viral di media sosial sebagai kuliner khas yang wajib dicoba saat ke Gorontalo.













