Hibata.id – Warga Boalemo lagi heboh. Sebuah arisan yang dikelola oleh ibu Bhayangkari berinisial DA mendadak viral di media sosial karena diduga bermasalah.
Banyak netizen menyebutnya “arisan bodong”, tapi polisi bilang: tunggu dulu, itu arisan macet, bukan penipuan.
Drama arisan ini pertama kali mencuat setelah beberapa peserta curhat di Facebook. Mereka mengaku dirugikan karena uang yang mereka setor nggak balik.
Ia berinisial DA, seorang ibu Bhayangkari, langsung jadi sorotan. Warganet pun ramai-ramai menyebut arisan itu bodong alias tipu-tipu.
Tapi pihak kepolisian punya versi berbeda. Wakapolres Boalemo, Kompol Afandi Nurkamiden, langsung angkat bicara.
Menurutnya, arisan ini sebenarnya berjalan seperti arisan biasa—nggak ada janji untung besar atau skema investasi yang mencurigakan.
“Bukan arisan bodong, ini arisan macet. Masalahnya muncul karena ada peserta yang udah dapat giliran, tapi setelah itu nggak nyetor lagi. Akhirnya arisan berhenti,” kata Kompol Afandi, Kamis (31/7/2025).
DA sendiri, kata polisi, sudah menyatakan siap bertanggung jawab. Dia bahkan bilang siap menjual rumah atau pinjam uang ke bank demi mengembalikan dana peserta yang belum kebagian.
Menurut Kompol Afandi, nggak ada unsur penipuan seperti janji manis “setor Rp1 juta, balik Rp10 juta” seperti yang biasa terjadi di arisan bodong. Semua transaksi dilakukan normal, hanya dipotong administrasi.
Polisi juga sudah berusaha menghubungi para peserta yang nunggak, tapi banyak yang susah dihubungi atau bahkan pergi begitu saja.
Sayangnya, meski sudah viral, belum ada laporan resmi yang masuk ke Polres Boalemo.
Kompol Afandi mengimbau warga untuk lebih hati-hati ikut arisan. Jangan gampang percaya, dan pastikan semua peserta komitmen.
“Kalau ada masalah, lebih baik diselesaikan baik-baik. Tapi kalau ada dugaan penipuan, silakan lapor resmi,” tegasnya.















