Hibata.id – DPP PDIP resmi mendepak Wahyu Moridu dari kursi DPRD Provinsi Gorontalo usai videonya viral dalam kondisi mabuk dan bikin pernyataan kontroversial: mengaku ingin “merampok uang negara” demi “memiskinkan negara”.
Pemecatan ini otomatis membuka jalan Pergantian Antar Waktu (PAW). Nama yang paling santer disebut-sebut sebagai pengganti adalah Dedy Hamzah, caleg PDIP dari Dapil 6 Boalemo–Pohuwato.
Video Wahyu yang beredar luas di medsos langsung jadi omongan netizen. Bukan cuma karena tingkahnya, tapi juga karena statusnya sebagai wakil rakyat dari PDIP. Aksinya dinilai mencoreng nama partai sekaligus bikin rakyat Gorontalo geram.
Meski Wahyu buru-buru bikin video klarifikasi pada Jumat (19/9/2025), minta maaf dan bilang tak bermaksud menyinggung, tapi langkah itu ternyata gak cukup buat menyelamatkan kursinya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun menegaskan kalau partai langsung ambil langkah tegas.
“DPP tidak akan mentolerir tindakan yang mencederai hati rakyat. Surat pemecatan telah diterbitkan hari ini, dan PAW akan segera dilakukan,” kata Komarudin, dikutip dari detikcom, Sabtu (20/9/2025).
Fokus publik sekarang beralih ke Dedy Hamzah. Ia punya basis suara kuat di Boalemo–Pohuwato. Data KPU Boalemo pada Juli 2024 mencatat PDIP masih jadi partai pemenang di daerah itu pasca PSU (Pemungutan Suara Ulang), dengan perolehan 18.425 suara, meski sebelumnya sempat tembus 28.138 suara.
Dedy sendiri awalnya sempat meraup 12.888 suara, tertinggi di antara caleg PDIP di dapil tersebut. Sayangnya, pasca-PSU suaranya anjlok jadi 4.793.
Di sisi lain, Wahyu justru naik tipis dari 5.262 jadi 5.591 suara. Ironis, karena kini posisinya justru terdepak.
Sampai berita ini diturunkan, tim Hibata.id masih coba menghubungi DPD PDIP Gorontalo buat mastiin siapa nama pengganti resmi Wahyu Moridu lewat mekanisme PAW.













