Bolmut

Wartawan Tak Bisa Meliput Proyek Kesehatan di Bolmut, Ada yang Disembunyikan?

×

Wartawan Tak Bisa Meliput Proyek Kesehatan di Bolmut, Ada yang Disembunyikan?

Sebarkan artikel ini
Proyek Kesehatan di RSUD Bolmut Berlangsung Tertutup, Wartawan yang Hendak Meliput Tidak Mendapat Izin Masuk Lokasi/Hibata.id
Proyek Kesehatan di RSUD Bolmut Berlangsung Tertutup, Wartawan yang Hendak Meliput Tidak Mendapat Izin Masuk Lokasi/Hibata.id

Hibata.id, Bolmut – Sejumlah wartawan mengaku kecewa setelah tidak diizinkan meliput kegiatan pembukaan pembangunan Gedung Pelayanan Hemodialisa dan CT Scan (PHCT) di RSUD Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang berkaitan langsung dengan layanan kesehatan publik tersebut berlangsung terbatas.

Sejumlah awak media yang telah berada di lokasi sejak awal acara tidak dapat mengakses area kegiatan.

Baca Juga:  AMAN Bintauna Ingatkan Pemkab Bolmut: Pengakuan Sosial Saja Tak Cukup

Petugas di lokasi menghentikan wartawan saat hendak melakukan peliputan.

Pihak pelaksana proyek, PT Brantas Abipraya, disebut tidak memberikan penjelasan rinci terkait pembatasan tersebut.

Salah satu wartawan lokal, Chandriawan Datuela, menyatakan dirinya bersama rekan media datang untuk menjalankan tugas jurnalistik yang berkaitan dengan kepentingan publik.

“Kami datang untuk meliput kegiatan ini karena menyangkut kepentingan publik. Namun, kami tidak diizinkan masuk tanpa penjelasan yang jelas,” ujar Chandriawan.

Baca Juga:  Waspada, 81 Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Terjadi di Bolmut

Chandriawan yang juga Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bolmut menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik.

Ia menegaskan bahwa pembangunan gedung PHCT di RSUD Bolmut merupakan fasilitas kesehatan yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Menurut dia, akses informasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam memastikan transparansi proyek yang bersumber dari kepentingan publik.

Baca Juga:  Viral Kisah Laumba di Mawasangka, Dinsos Buton Tengah Langsung Bergerak

Sejumlah wartawan berharap pihak perusahaan maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.

Mereka juga meminta agar ke depan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik tetap memberi ruang bagi kerja jurnalistik sesuai ketentuan dan kode etik.

Hingga berita ini disusun, pihak PT Brantas Abipraya belum menyampaikan keterangan resmi terkait alasan pembatasan akses peliputan tersebut.