Kabar

Harga Daging Ayam di Gorontalo Tertinggi Se-Indonesia, Kok Bisa?

×

Harga Daging Ayam di Gorontalo Tertinggi Se-Indonesia, Kok Bisa?

Sebarkan artikel ini
Grafis - Harga Daging Ayam di Gorontalo Jadi Tertinggi Se-Indonesia/Hibata.id
Grafis - Harga Daging Ayam di Gorontalo Jadi Tertinggi Se-Indonesia/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Harga daging ayam ras segar di Gorontalo tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) per Jumat (24/7/2026).

Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, harga komoditas tersebut di tanah serembi madinah mencapai Rp61.450 per kilogram.

Data PIHPS menunjukkan harga daging ayam ras segar di Gorontalo berada jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai Rp47.940 per kilogram.

Baca Juga:  BGN Gunakan Anggaran Rp5,7 Miliar Hanya untuk Zoom, Kok Bisa?

Secara mingguan, rata-rata harga nasional juga mengalami kenaikan dibanding pekan sebelumnya yang berada di level Rp47.640 per kilogram.

Meski menjadi yang tertinggi secara nasional, harga daging ayam ras segar di Gorontalo sedikit lebih rendah dibandingkan sebulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp62.450 per kilogram.

Posisi Gorontalo diikuti Sulawesi Tengah dengan harga Rp61.200 per kilogram, kemudian Sumatera Barat Rp59.850 per kilogram, Nusa Tenggara Timur Rp57.050 per kilogram, dan Jambi Rp56.150 per kilogram.

Baca Juga:  THR ASN, TNI-Polri 2025: Anggaran Rp 50 Triliun, Berikut Jadwal Pencairan

Sebaliknya, sebanyak 19 provinsi mencatat harga daging ayam ras segar di bawah rata-rata nasional. Tiga provinsi dengan harga terendah yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.

Kenaikan harga pangan di Gorontalo menjadi perhatian karena terjadi setelah pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Tani dan Nelayan XVII yang digelar di daerah tersebut.

Baca Juga:  Logo Gorontalo Half Marathon Plagiat, Siluet GI ‘Koprol’ ke Gubernur?

Kondisi ini menunjukkan harga komoditas pangan strategis masih menghadapi tantangan stabilisasi di tingkat daerah, meski pemerintah terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan harga dan menjaga ketersediaan pasokan agar fluktuasi harga pangan tidak membebani daya beli masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel