| Paling sering ditanyakan:
- Apa itu Survei Penilaian Integritas (SPI)?
- Mengapa nilai SPI penting bagi pemerintah daerah?
- Bagaimana cara meningkatkan pelayanan publik di daerah?
Hibata.id, Bolmut – Hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) seolah menjadi alarm pagi bagi Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).
Pesannya sederhana, masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas. Terutama soal pelayanan publik yang seharusnya memudahkan warga, bukan malah membuat dahi berkerut.
Kalau warga harus bertanya dari meja ke meja hanya untuk mengetahui syarat sebuah layanan, situasinya tentu sudah mirip permainan berburu petunjuk.
Bedanya, ini bukan hiburan, melainkan urusan pelayanan publik.
Kepala Inspektorat Bolmut, Khristanto Nani, mengakui hasil survei tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk segera berbenah.
“Pengemasan informasi prosedur layanan secara jelas, mudah dipahami, dan interaktif menjadi langkah yang tepat,” kata Khristanto kepada Hibata.id, Rabu (13/05/2026).
Pernyataan itu secara tidak langsung menegaskan bahwa masih ada layanan yang informasinya belum cukup ramah bagi masyarakat.
Di era ketika orang bisa memesan makanan hanya dalam hitungan menit lewat ponsel, mencari informasi pelayanan publik seharusnya tidak terasa seperti menyusun teka-teki.
Pemda Bolmut, menurut dia, perlu mempercepat digitalisasi pelayanan melalui aplikasi, media sosial, papan informasi interaktif, hingga kanal digital lain yang benar-benar aktif, bukan sekadar ada.
Sebab transparansi layanan bukan hanya soal tempelan prosedur di dinding kantor yang mulai memudar warnanya, tetapi memastikan masyarakat benar-benar memahami alur pelayanan tanpa harus mencari “jalur penerjemah”.
Dengan keterbukaan informasi, masyarakat bisa mengurus kebutuhan administrasi dengan lebih pasti dan nyaman.
Di sisi lain, pembenahan pelayanan juga menjadi ujian budaya kerja birokrasi. ASN diharapkan tidak hanya cepat saat absen pagi, tetapi juga cepat saat melayani masyarakat.
“Pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat harus terus diperkuat,” ujarnya.
SPI kali ini setidaknya memberi pesan yang cukup jelas: publik ingin pelayanan yang sederhana, bukan yang membuat mereka pulang dengan pertanyaan baru.













