Hibata.id – Gedung DPRD Pohuwato kembali bergemuruh. Nama Yusuf Lawani, anggota legislatif yang beberapa kali kedapatan meninggalkan ruang (Bolos) sidang sebelum agenda paripurna selesai, kini menjadi sorotan publik.
Dalam sejumlah rapat paripurna, Yusuf beberapa kali diduga memilih angkat kaki saat pembahasan agenda strategis masih berlangsung. Sikap tersebut dinilai mencederai integritas wakil rakyat yang seharusnya hadir penuh dalam forum tertinggi legislatif kabupaten.
Padahal, rapat paripurna DPRD membahas isu vital, mulai dari kebijakan daerah, penyampaian aspirasi masyarakat, hingga fungsi pengawasan terhadap pemerintahan daerah. Kehadiran semua anggota dewan secara utuh sangat penting agar keputusan yang diambil benar-benar melalui musyawarah maksimal.
Puncaknya terjadi pada Rabu (10/09/2025). Yusuf kembali jadi sorotan setelah meninggalkan ruang rapat saat Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, tengah menyampaikan sambutan resmi.
Ketua Fraksi Partai Nasdem, Wawan Wakiden, mengaku heran atas sikap koleganya. “Tadi saya lihat ada, tapi ini sudah tidak ada. Saya coba hubungi tapi nomornya tidak aktif,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, angkat bicara. Ia berjanji akan memanggil Yusuf Lawani ke Badan Kehormatan DPRD untuk dimintai pertanggungjawaban atas sikapnya.
“Nanti saya akan undang yang bersangkutan lewat Badan Kehormatan,” tegas Beni usai rapat paripurna ke-21, Rabu (10/09/2025).
Kebiasaan Yusuf yang “angkat kaki” lebih dulu bukan kali pertama mencuat. Dalam sejumlah rapat strategis, kepergiannya secara tiba-tiba menimbulkan tanda tanya di kalangan legislator maupun publik yang mengikuti jalannya sidang.
Hingga berita ini dirilis, Yusuf Lawani belum memberikan klarifikasi resmi. Publik menanti, apakah sikap tersebut hanya kelalaian atau cerminan ketidakseriusan seorang wakil rakyat dalam menjalankan amanah konstitusi.
Satu hal yang pasti, sorotan tajam masyarakat sudah mengarah padanya, dan Badan Kehormatan DPRD kini diuji untuk membuktikan integritasnya.















