Lingkungan

Produksi Jagung Gorontalo Melimpah, Varietas Lokal Justru Jarang Ditemukan

×

Produksi Jagung Gorontalo Melimpah, Varietas Lokal Justru Jarang Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Produksi Jagung Gorontalo Melimpah, Varietas Lokal Justru Jarang Ditemukan/Hibata.id
Produksi Jagung Gorontalo Melimpah, Varietas Lokal Justru Jarang Ditemukan/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo Produksi jagung di Gorontalo terus meningkat. Namun, di balik besarnya produksi komoditas tersebut, penelitian terbaru menunjukkan sejumlah varietas jagung lokal justru mulai jarang ditemukan dan belum dikenal luas oleh masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 653,29 ribu ton.

Angka itu naik 27,31 ribu ton atau 4,36 persen dibandingkan produksi 2024 yang mencapai 625,97 ribu ton.

Seiring kenaikan produksi, luas panen jagung Gorontalo pada 2025 juga meningkat menjadi 130,52 ribu hektare, dari 128,23 ribu hektare pada 2024.

Namun, data produksi tersebut belum menunjukkan bagaimana kondisi masing-masing varietas jagung lokal di tingkat petani.

Penelitian berjudul “Studi Kekerabatan Morfologi Jagung (Zea mays L.) Varietas Lokal di Gorontalo” yang diterbitkan Agrium: Jurnal Ilmu Pertanian pada 2025 menyebut jagung lokal Gorontalo mulai jarang ditemukan dan belum dikenal luas masyarakat.

Baca Juga:  Operasi PETI Pohuwato: Polisi Amankan 3 Excavator, Siapa Dalang di Balik Layar

Penelitian itu menyoroti pentingnya informasi mengenai karakter dan keragaman varietas lokal untuk mendukung pengembangan, pemuliaan, serta pelestarian sumber daya genetik jagung.

Peneliti mengamati empat varietas jagung lokal Gorontalo, yakni Binthe Doti, Binthe Pulo, Binthe Siropu, dan Binthe Momala.

Pengamatan dilakukan terhadap 50 karakter morfologi, meliputi habitus, akar, batang, daun, bunga hingga karakter tanaman lainnya. Penelitian berlangsung di screen house Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Gorontalo.

Hasil penelitian menunjukkan keempat varietas memiliki persamaan sekaligus perbedaan karakter.

Analisis kekerabatan berdasarkan dendrogram menunjukkan koefisien kemiripan berada pada kisaran 0,51 hingga 0,73.

Binthe Siropu dan Binthe Momala memiliki hubungan kekerabatan paling dekat, kemudian diikuti Binthe Pulo. Sementara itu, Binthe Doti menunjukkan hubungan kekerabatan paling jauh dengan tiga varietas lainnya.

Baca Juga:  Diduga Akibat PETI dan Perusahaan Tambang, Pohuwato Terus Dilanda Banjir

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa varietas lokal Gorontalo memiliki keragaman karakter yang dapat menjadi bahan penting dalam penelitian dan program pemuliaan tanaman.

Kondisi tersebut menjadi menarik karena terjadi ketika Gorontalo masih mencatat produksi jagung dalam jumlah besar.

BPS memperkirakan potensi luas panen jagung pipilan kering pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 42,35 ribu hektare, dengan potensi produksi sekitar 219,45 ribu ton.

Artinya, persoalan yang muncul dari penelitian tersebut bukan mengenai kemampuan Gorontalo memproduksi jagung secara keseluruhan.

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah keberadaan dan keberlanjutan varietas lokal yang memiliki karakter berbeda dari jagung yang selama ini mendominasi produksi.

Penelitian tersebut belum memberikan gambaran mengenai jumlah petani yang masih menanam setiap varietas, luas lahan yang digunakan, maupun populasi masing-masing varietas di seluruh wilayah Gorontalo.

Baca Juga:  Izin Tambang untuk PBNU, Bahlil: Kita Kasih Konsesi Batu Bara yang Cukup Besar

Karena itu, temuan penelitian tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa jagung lokal Gorontalo telah atau hampir punah secara keseluruhan.

Namun, informasi bahwa sejumlah varietas lokal mulai jarang ditemukan menjadi sinyal penting untuk penelitian dan pendataan lanjutan.

Karakterisasi varietas, menurut penelitian tersebut, dapat menjadi informasi awal untuk mendukung pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah jagung lokal Gorontalo.

Di tengah meningkatnya produksi jagung Gorontalo, perhatian terhadap varietas lokal menjadi bagian lain yang tidak kalah penting.

Bukan hanya berapa banyak jagung yang dihasilkan, tetapi juga bagaimana kekayaan genetik jagung lokal tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan untuk generasi berikutnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel