Hibata.id, Gorontalo – Kebutuhan mobil pemadam kebakaran, akses jalan menuju sekolah, persoalan sampah pasar hingga abrasi pantai menjadi sejumlah aspirasi.
Hal itu yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Daerah Pemilihan (Dapil) III di Kecamatan Sangkub, Selasa (3/11/2026).
Berbagai persoalan tersebut mengemuka saat enam anggota DPRD Bolmut bertemu dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga Kecamatan Bintauna dan Sangkub di gedung pertemuan Kantor Camat Sangkub.
Wakil Ketua DPRD Bolmut Depri Pontoh memimpin kegiatan tersebut bersama lima anggota DPRD lainnya, yakni Adriansyah Septian Pakaya, Abdul Mulo Daeng Mulisa, Shem Hassan, Tya Modanggu, dan Frangky Chendra.
Hadir pula Sekretaris DPRD Bolmut Ivan Gahtan bersama jajaran.
Kegiatan itu juga dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Bolmut melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), para kepala desa dari Kecamatan Bintauna dan Sangkub, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan.
Dalam sambutannya, Depri mengatakan reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menghimpun usulan yang akan dibawa ke pembahasan di lembaga legislatif.
Ia menegaskan pembangunan daerah membutuhkan kerja bersama dan harus berjalan secara berjenjang, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.
“Reses itu artinya meminta masukan dan aspirasi dari masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus disampaikan agar bisa dicatat dan diperjuangkan,” ujar Depri.
Menurut dia, setiap aspirasi yang masuk harus dicatat dan diseleksi berdasarkan tingkat kebutuhan serta skala prioritas.
Dengan begitu, hasil reses tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pembahasan di DPRD.
Depri juga mengingatkan agar pola lama yang membuat aspirasi masyarakat tidak jelas tindak lanjutnya tidak kembali terjadi.
“Dulu hasil reses hanya dikompas di tengah jalan. Nah, sekarang sudah tidak boleh cara-cara demikian. Setiap aspirasi harus dicatat, kemudian dilihat mana yang paling prioritas. Selanjutnya akan dibahas di tingkat DPRD,” katanya.
Ia menjelaskan hasil reses akan menjadi salah satu bahan penyusunan program kerja DPRD. Selanjutnya, anggota dewan akan mengawal usulan tersebut melalui mitra kerja sesuai bidang dan kewenangannya.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, Kepala Desa Pimpi Bima Andri Datunsolang mengangkat kebutuhan mobil pemadam kebakaran. Sementara itu, seorang tokoh masyarakat Bintauna menyampaikan persoalan terkait kebutuhan perguruan tinggi.
Aspirasi lain disampaikan Lurah Bintauna Irfan Bagong yang menyoroti kondisi infrastruktur jalan menuju SMA Bintauna serta persoalan sampah di Pasar Bintauna.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pembangunan di sektor pertanian, kesehatan, perikanan, dan perkebunan. Persoalan abrasi pantai di Busisingo turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Beragam aspirasi itu diharapkan menjadi bahan bagi DPRD Bolmut dalam menentukan prioritas pembangunan, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Kecamatan Bintauna dan Sangkub.
Melalui kegiatan reses tersebut, DPRD Bolmut berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus memastikan berbagai persoalan di tingkat desa dan kecamatan mendapat perhatian dalam pembahasan pembangunan daerah.












