Kriminal

Pengaruh Cap Tikus, Pemuda di Bualemo Sulteng Tega Aniaya Teman

×

Pengaruh Cap Tikus, Pemuda di Bualemo Sulteng Tega Aniaya Teman

Sebarkan artikel ini
Kasus penganiayaan yang dipicu oleh minuman keras kembali terjadi, kali ini di Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai/Hibata.id
Kasus penganiayaan yang dipicu oleh minuman keras kembali terjadi, kali ini di Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai/Hibata.id

Hibata.id – Kasus penganiayaan yang dipicu oleh minuman keras kembali terjadi, kali ini di Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sejumlah pemuda diduga menganiaya temannya sendiri dalam kondisi mabuk minuman keras jenis cap tikus.

Kapolsek Bualemo, AKP Haryadi, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut berlangsung pada Sabtu, 14 September 2024, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat kejadian, korban, berinisial MS (31), tengah berada di panggung pesta pernikahan di desa setempat.

Scroll untuk baca berita

Baca Juga: Desa Kamumu, Surga Tersembunyi di Kabupaten Banggai Sulteng

Baca Juga:  Penganiayaan di Mess Kantor Bupati Pohuwato, Tersangka Resmi Ditahan

Pelaku utama, RB (19), diketahui tersinggung karena merasa dikecewakan setelah dijanjikan akan dibelikan bir, namun janji tersebut tidak dipenuhi. Tak lama kemudian, RB memanggil korban ke samping panggung dan langsung melayangkan pukulan.

Baca Juga:  Profil Laras Faizati Khairunnisa, Pegawai AIPA yang Terseret Kasus Demo

Tindakan tersebut lantas diikuti oleh empat pelaku lainnya, yakni AL (20), RD (20), EM (18), dan FI (19), yang semuanya dalam kondisi mabuk cap tikus.

Baca Juga: Walhi Sulteng Dukung Aksi Penolakan Warga Watutau Tentang Tambang Ilegal

Akibat kejadian tersebut, MS mengalami luka di wajah, memar di beberapa bagian tubuh, serta pusing pada bagian kepala. Korban kemudian melaporkan insiden ini ke Polsek Bualemo.

Baca Juga:  Polres Pohuwato Tetapkan 2 Tersangka Kasus Dugaan Rudapaksa dan Pencabulan

Namun, pada Senin, 16 September 2024, melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Polsek Bualemo, masalah tersebut berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kasus ini, mengingat salah satu pelaku merupakan sepupu korban.

“Para pelaku mengakui kesalahan mereka, dan korban memutuskan untuk memaafkan. Semua ini dituangkan dalam surat pernyataan damai,” jelas AKP Haryadi.